Powered By Blogger

Rabu, 11 Juni 2014

Stop Jangan Ungkit Masalalu

Bagaimana perasaan kamu saat keberanian kamu untuk jujur mengutarakan masa lalu kepada pasanganmu yang akan menjadi imammu JIKA selama setahun lebih masa lalu buruk itu selalu saja diungkit dan disinggung?

Jangan mempunyai hobi untuk mengungkit masa lalu orang lain terutama pasangan kita, mengungkit kesalahan-kesalahan kita, mengungkit masalah yang telah berlalu dan telah selesai, mengungkit kesakithatian okita, mengungkit luka-luka lama kita.

Apakah ada hobi aneh seperti itu? Tentu saja ada. Kebiasaan untuk melakukan berbagai hal pengungkitan di diri orang lain adalah sebuah hobi yang tidak disadari. Bisa karena biasa, hobi karena kebiasaan dan merasa senang atas kebiasaan itu.

Tiap orang tentu punya masa lalu, tetapi perlu disadari bahwa kita tak bisa mengubah apa pun yang pernah kita alami. Masa lalu kita adalah bagian dari kehidupan pribadi kita, dan ini adalah urusan kita, bukan urusan kekasih. Hubungan yang kita bina sekarang adalah urusan kita berdua dan inilah yang perlu mendapat perhatian, bukan masa lalu kita. Jika ingin membina dan menikmati hubungan kasih  dengan kita kini, ia harus keluar dari masa lalu, dan kita tak lagi membiarkan kekasih mengungkit masalah pribadi kita di masa lalu. 

Seseorang yang mempunyai rasa percaya diri yang baik biasanya tidak akan mengganggu masa lalu kekasihnya dan memilih untuk membina hubungan kasih sebaik-baiknya. Bila kekasih kita termasuk orang yang kurang percaya diri, dia akan terus membandingkan dirinya dengan orang di sekitarnya, terutama mantan kekasih kita. Mungkin kekasih  merasa dirinya lebih kuat dengan  mengungkit kekurangan kita, tanpa menyadari bahwa ini justru membawa dampak buruk bagi dirinya sendiri maupun hubungan kasihnya. Kini berpulang pada kita, apakah kita merasa hubungan seperti ini layak dipertahankan ?.  

Kekasih kita melakukan hal tersebut guna menunjukkan superioritas dirinya atas diri kita sekaligus mencemooh diri kita. Tindakan ini bertentangan dengan pengertian kekasih, karena kekasih seharusnya memberi kasih bukan melempar cemooh. kita bisa menanggapinya dengan bersabar hati. Namun, kelak kondisi yang lebih intens bisa terjadi, jika kita menghadapi stres. Stres tidak bisa dihindari  siapa pun karena itu merupakan bagian dari kehidupan.


Stop untuk mulai mengungkit-ungkit bagaimana masa lalu pasangan kita. Apakah dia playboy dulunya, apakah dia seorang pemabuk dulunya, apakah dia pecandu dulunya, tapi saat ini dia adalah orang terbaik yang selalu berada di sisi kita. Ingatlah selalu ke masa awal jadian kita. Dimana kita dan pasangan bertekad untuk menjalani kehidupan perkawinan. Bagaimana kita menerima dia apa adanya dan berjanji untuk menerima segala kekurangan dan kelebihannya serata selalu ada disisinya dalam kondisi apapun. Kembali saja kepada janji  kita dulu !

Kita semua hidup di masa sekarang teman, bukan di masa lalu dan bukan pula di masa depan. Kita semua tahu kalau masa lalu itu sudah berakhir, sudah terjadi, sudah berlalu dan tidak akan pernah bisa diulang kembali. Banyak pelajaran dan hikmah yang bisa kita dapatkan dari setiap sisi masa lalu itu. Kita mampu untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, menjadi orang yang lebih mengert dan sabar, menjadi orang yang berhasil dari setiap kegagalan yang telah dilakukan di masa lalu. Ya, tentu saja masih banyak hikmah yang terkandung di dalam masa lalu asalkan kita meniliknya dengan sikap yang rendah hati dan tidak mengusiknya dengan cibiran yang menyakitkan.

Coba tempatkan diri kita pada posisi pasangan kita. Betapa berat usaha yang dia lakukan untuk menutup masa-masa kelam yang pernah dia lalui dulu. Janganlah usaha nya yang berat itu masih saja kita ganduli dengan pikiran trauma tak berkesudahan. Terimalah pasangan dengan ikhlas, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Jalani hubungan kita dengan penuh kepercayaan kepada pasangan kita bahwa dia akan melakukan yang terbaik buat kita dan rumah tangganya nanti.




" Jika seseorang telah berubah lebih baik, jangan ungkit lagi kisah silamnya…
Sebagaimana dengan musim, setiap orang bisa berubah setiap saat…
Beri dukungan agar ia istiqomah daripada mengungkit yang akan melemahkan semangatnya dan membuatnya sakit hati..; "





AKU MUAK DAN CUKUP UNTUK TERSAKITI ....

AKU MUAK DAN CUKUP UNTUK TERSAKITI ....

 Sedikit curahan hati saja.....

pada dasarnya hati ini sangat amat memendam... tapi gimana lagi, jika diungkapkan selalu memicu pertengkaran, dan aku benci untuk itu.....

aku gak tau, apa yang sebernya ada dalam fikirannya atau dalam hatinya, dia bilang cinta dan sayang dengan janji untuk keseriusan. Jika memang iya kenapa dia tidak pernah mau terima aku dengan apa adanya aku yang sekarang???? kenapa selalu dan selalu dia harus ungkit-ungkit masa laluku yang mungkin aku sangat mengharapkan masa laluku hanya aku yang tau dan aku ingin melupakannya. Apa dia gak tau, selalu dia menyakiti ku dengan selalu mengungkit masalaluku dan seolah dia tidak bisa menerima masalaluku. Dari awal aku hanya inginbuka lembaran baru dan menutup masalaluq dalam-dalam. Kenapa dia ingin tau masalaluku jika hanya akan buat senjata saat pertengkaran ada???? sebenarnya sayang gak sih dia?????

Capek aku slalu tengkar dan selalu saja dia mengungkit-dan mengungkit masalalu, seolah terpaksa banget terima aku. apa salah aku punya masalalu yang kelam???? mana tau aku akan alami hal seperti itu ???? dan mana tau aku akan kayak gini ???? kenapa sih dia slalu menyakiti perasaanku dengan selalu mengungkit-ungkit terus????? apa salahku?????

Aq juga muak dengan dia yang gak pernah menghargai semua yang udah aku lakukan untuknya ???? kadang aku terasa capek untuk melakukan suatu hal yang mungkin buat dia senang. Karena percuma, dia gak akan pernah mau tau. Apa ini yang slalu dia katakan CINTA ? apa ini yang selalu dia katakan SAYANK ma aku??? ......... serasa tekanan batin, jujur aja. aku hanya bisa memendam tanpa bisa mengucap.



Ingin aku tinggalkan sajakarena terlalu capek aku selalu dihina dan direndahkan. Tapi aku udah sayang, tapi dia selalu meragukan..... Sampai kapan aku harus seperti ini??? 



Aku berharap juventini mampu memahami semua ini dan hubungan kita tetap utuh. Aku masih berharap ada itikad baik dari juve  untuk ikut bersama aku memperbaiki bagian hubungan kita yang rusak. Jika aku jalan sendiri, tidak akan bisa berhasil karena hubungan ini adalah hubungan dua arah sehingga harus ada dukungan dari juve juga. I love you, juve :*